
Bisa Hapus Dosa 2 Tahun! Ini Jadwal dan Niat Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam. Di dalamnya terdapat berbagai ibadah besar seperti ibadah haji, penyembelihan hewan kurban, serta hari raya Idul Adha yang penuh keberkahan. Selain itu, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dikenal sebagai hari-hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh, termasuk melaksanakan puasa sunnah.
Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha: Keutamaan, Jenis, Hikmah, dan Amalan Terbaik di Bulan Dzulhijjah
Puasa sunnah menjelang Idul Adha menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, terutama bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Puasa ini bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan ketakwaan, serta meraih pahala yang berlipat ganda.
Banyak umat Islam yang belum memahami secara mendalam tentang jenis-jenis puasa sunnah sebelum Idul Adha, keutamaannya, tata cara pelaksanaannya, hingga hikmah besar yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui dan mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ agar ibadah yang dilakukan semakin sempurna dan penuh makna.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai puasa sunnah menjelang Idul Adha, mulai dari pengertian, dalil, jenis-jenis puasa, keutamaan, niat, hikmah, hingga amalan yang dianjurkan selama bulan Dzulhijjah.
Pengertian Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha

Puasa sunnah menjelang Idul Adha adalah puasa yang dilakukan pada hari-hari tertentu di bulan Dzulhijjah, khususnya pada sepuluh hari pertama sebelum Hari Raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah.
Puasa ini bersifat sunnah, artinya sangat dianjurkan dan akan mendapatkan pahala besar bagi yang melaksanakannya, namun tidak berdosa bagi yang meninggalkannya.
Puasa sunnah ini menjadi bagian dari amalan istimewa di bulan Dzulhijjah karena bulan tersebut termasuk salah satu bulan haram dan penuh kemuliaan di sisi Allah SWT.
Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa tidak ada hari-hari lain yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah dibandingkan hari-hari tersebut.
Hadis Rasulullah ﷺ:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini.”
(HR. Bukhari)
Para ulama menjelaskan bahwa amal saleh yang dimaksud meliputi:
- Puasa
- Shalat sunnah
- Sedekah
- Dzikir
- Membaca Al-Qur’an
- Takbir
- Tahmid
- Tahlil
- Berkurban
- Dan berbagai ibadah lainnya
Keutamaan ini menunjukkan bahwa bulan Dzulhijjah adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak pahala.
Jenis-Jenis Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha
1. Puasa Dzulhijjah (1–9 Dzulhijjah)
Puasa Dzulhijjah dilakukan pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah sebelum Hari Raya Idul Adha.
Puasa ini dianjurkan bagi kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Meskipun tidak semua hari wajib dipuasai, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah puasa di hari-hari tersebut.
Keutamaannya:
- Mendapat pahala besar
- Termasuk amal saleh yang dicintai Allah
- Melatih ketakwaan dan kesabaran
- Mendekatkan diri kepada Allah SWT
2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Puasa Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah.
Disebut Tarwiyah karena pada masa dahulu jamaah haji mulai mempersiapkan persediaan air sebelum menuju Mina dan Arafah.
Meskipun hadis khusus tentang puasa Tarwiyah diperselisihkan tingkat kekuatannya oleh sebagian ulama, banyak ulama tetap menganjurkannya sebagai bagian dari amal saleh di bulan Dzulhijjah.
Hikmah Puasa Tarwiyah:
- Melatih kesabaran
- Meningkatkan keikhlasan
- Menghidupkan sunnah ibadah di bulan mulia
3. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang paling utama menjelang Idul Adha.
Dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan wukuf jamaah haji di Padang Arafah.

Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
Hadis tentang Puasa Arafah:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim)
Keutamaan Puasa Arafah:
- Menghapus dosa dua tahun
- Mendapat pahala besar
- Mendekatkan diri kepada Allah
- Menjadi bentuk syukur dan penghambaan
Namun, bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah tidak dianjurkan berpuasa agar memiliki kekuatan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.
Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah
Niat Puasa Dzulhijjah
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Arafah
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ‘Arafata sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Hikmah dan Manfaat Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha

1. Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT
Puasa adalah ibadah yang sangat istimewa karena dilakukan dengan penuh keikhlasan dan pengendalian diri.
Ketika seseorang berpuasa, ia belajar menahan hawa nafsu, menjaga lisan, serta memperbanyak amal kebaikan.
2. Menghapus Dosa
Puasa Arafah memiliki keutamaan luar biasa, yaitu menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.
Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.
3. Melatih Kesabaran dan Disiplin
Puasa mengajarkan seseorang untuk sabar dalam menghadapi rasa lapar, haus, dan berbagai godaan.
Selain itu, puasa juga melatih kedisiplinan dalam menjaga waktu makan, ibadah, dan perilaku sehari-hari.
4. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Ketika berpuasa, seseorang akan lebih memahami keadaan orang-orang yang kekurangan makanan dan minuman.
Hal ini dapat menumbuhkan rasa empati dan semangat berbagi kepada sesama.
5. Menjaga Kesehatan Tubuh
Secara medis, puasa juga memiliki banyak manfaat kesehatan jika dilakukan dengan benar, antara lain:
- Membantu proses detoksifikasi tubuh
- Mengontrol kadar gula darah
- Mengistirahatkan sistem pencernaan
- Membantu mengontrol berat badan
- Meningkatkan metabolisme tubuh
Namun, puasa tetap harus dilakukan dengan pola makan sehat dan seimbang.
“Tips Sehat: Agar kebugaran tubuh tetap terjaga optimal selama berpuasa dan terhindar dari lemas berlebih, pastikan Anda memperhatikan asupan gizi seimbang serta menghindari konsumsi makanan instan secara berlebihan. Simak panduan lengkapnya di ulasan: Aturan Konsumsi Mie Instan untuk Kondisi Kesehatan Tertentu.
Amalan Sunnah Lain di Bulan Dzulhijjah
Selain puasa sunnah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan berikut:
1. Memperbanyak Dzikir dan Takbir
Rasulullah ﷺ menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak:
- Takbir
- Tahmid
- Tahlil
- Tasbih
Lafadz Takbir:
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, wallahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.”
2. Membaca Al-Qur’an
Bulan Dzulhijjah adalah waktu yang baik untuk memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur’an.
3. Bersedekah
Sedekah di hari-hari mulia akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
4. Berkurban

Bagi yang mampu, menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha merupakan ibadah yang sangat dianjurkan.
Larangan Berpuasa Saat Idul Adha dan Hari Tasyrik
Islam melarang umat Muslim berpuasa pada:
- 10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha)
- 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (Hari Tasyrik)
Hadis:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
(HR. Muslim)
Karena itu, puasa hanya dilakukan sampai tanggal 9 Dzulhijjah.
Tips Menjalankan Puasa Sunnah Dzulhijjah
1. Niat yang Ikhlas
Pastikan puasa dilakukan semata-mata karena Allah SWT.
2. Menjaga Pola Makan
Saat sahur dan berbuka, konsumsi makanan bergizi dan cukup air putih.
3. Memperbanyak Ibadah
Isi waktu dengan membaca Al-Qur’an, dzikir, dan doa.
4. Menjaga Akhlak
Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menjaga lisan dan perilaku.
5. Istirahat yang Cukup
Tubuh yang sehat membantu ibadah menjadi lebih maksimal.
“Info Kesehatan: Bagi Anda yang memiliki riwayat gangguan lambung atau pencernaan, mempersiapkan kondisi fisik sebelum puasa sangatlah penting agar ibadah berjalan lancar. Jika membutuhkan tips mengatasi masalah pencernaan, silakan baca artikel kami mengenai: Penyebab dan Gejala Diare yang Memerlukan Penanganan Medis.
Keutamaan Idul Adha dalam Islam
Idul Adha merupakan salah satu hari raya terbesar umat Islam.
Hari raya ini mengajarkan:
- Keikhlasan Nabi Ibrahim AS
- Ketaatan kepada Allah
- Semangat berbagi
- Kepedulian sosial
- Pengorbanan demi kebaikan
Idul Adha juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah melalui ibadah kurban dan kebersamaan.
Penutup
Puasa sunnah menjelang Idul Adha merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, khususnya pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Di antara puasa yang paling utama adalah Puasa Arafah yang memiliki keutamaan menghapus dosa dua tahun.
Selain mendapatkan pahala besar, puasa sunnah juga melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, menjaga kesehatan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Momentum bulan Dzulhijjah hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat ibadah, dan memperbaiki diri.
Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita semua untuk mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ dan menerima seluruh amal ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
“Untuk mendapatkan informasi seputar edukasi kesehatan keluarga lainnya atau ingin berkonsultasi mengenai layanan kesehatan kami, Anda dapat terhubung langsung melalui: Layanan Kontak & Media Sosial Resmi Klinik.
Admin
Klinik Pratama Pradhana
Klinik Pratama Pradhana di Tangerang menyediakan layanan kesehatan umum dan gigi yang lengkap, cepat, nyaman, dan terjangkau untuk seluruh keluarga, didukung dokter berpengalaman.
