Informasi Kesehatan

Berita terbaru dan tips kesehatan dari para pakar medis kami.

Artikel Pilihan

Sering Dianggap Gejala Biasa! Leher Kaku dan Sering Kesemutan Ternyata Tanda Kolesterol Tinggi Berbahaya? - Klinik Pratama Pradhana
Info Dokter

Sering Dianggap Gejala Biasa! Leher Kaku dan Sering Kesemutan Ternyata Tanda Kolesterol Tinggi Berbahaya?

Kolesterol merupakan salah satu zat lemak yang sangat penting bagi tubuh manusia. Banyak orang langsung menganggap kolesterol sebagai sesuatu yang berbahaya, padahal sebenarnya kolesterol memiliki fungsi penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Kolesterol diperlukan untuk membentuk hormon, vitamin D, serta membantu proses pembentukan membran sel. Namun, kadar kolesterol yang berlebihan di dalam darah dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius, terutama penyakit jantung dan pembuluh darah.

Rekredensialing Klinik Pratama Pradhana Tahun 2026 Berjalan Lancar, Raih Nilai 91,91 dan Sangat Direkomendasikan untuk Perpanjangan Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan - Klinik Pratama Pradhana
Berita Klinik5 Aug 2026

Rekredensialing Klinik Pratama Pradhana Tahun 2026 Berjalan Lancar, Raih Nilai 91,91 dan Sangat Direkomendasikan untuk Perpanjangan Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

Kota Tangerang, Selasa, 4 Agustus 2026 – Klinik Pratama Pradhana kembali menorehkan capaian membanggakan melalui pelaksanaan kegiatan Rekredensialing Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan bersama Dinas Kesehatan. Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, Klinik Pratama Pradhana memperoleh nilai 91,91 dengan hasil "Sangat Direkomendasikan", yang menjadi dasar untuk proses perpanjangan kerja sama sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Rekredensialing merupakan agenda strategis yang dilaksanakan secara berkala oleh BPJS Kesehatan sebagai bentuk evaluasi terhadap seluruh fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menilai kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan bahwa mutu pelayanan kesehatan, kompetensi sumber daya manusia, keselamatan pasien, tata kelola klinik, serta sarana dan prasarana telah memenuhi standar yang ditetapkan. Pelaksanaan rekredensialing tahun ini menggunakan metode hybrid. Tim Dinas Kesehatan mengikuti proses evaluasi secara daring melalui Microsoft Teams, sedangkan tim BPJS Kesehatan hadir secara on-site di Klinik Pratama Pradhana untuk melakukan verifikasi lapangan. Pendekatan ini memungkinkan proses penilaian berjalan secara efektif, objektif, dan menyeluruh. Selama proses berlangsung, tim penilai melakukan pemeriksaan terhadap berbagai dokumen pendukung, observasi fasilitas pelayanan, diskusi dengan manajemen klinik, serta verifikasi implementasi standar pelayanan. Setiap komponen dievaluasi secara cermat untuk memastikan bahwa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat telah sesuai dengan regulasi dan standar mutu yang berlaku. Selain melakukan penilaian, Dinas Kesehatan juga memberikan berbagai rekomendasi dan masukan konstruktif sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Klinik Pratama Pradhana menyambut baik seluruh saran tersebut sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan pelayanan di masa mendatang. Budaya perbaikan berkelanjutan (continuous quality improvement) menjadi salah satu komitmen yang terus dijaga oleh seluruh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan di Klinik Pratama Pradhana. Keberhasilan memperoleh nilai 91,91 merupakan hasil dari kerja sama seluruh unsur di lingkungan Klinik Pratama Pradhana, mulai dari manajemen, dokter, perawat, bidan, tenaga kefarmasian, analis laboratorium, tenaga administrasi, hingga seluruh karyawan yang berperan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Nilai tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan yang diberikan telah memenuhi sebagian besar indikator yang dipersyaratkan dalam proses rekredensialing.

Baca Selengkapnya
Pentingnya Konsumsi Air Putih untuk Kesehatan Tubuh | Wajib Tahu - Klinik Pratama Pradhana
Tips Kesehatan24 Jul 2026

Pentingnya Konsumsi Air Putih untuk Kesehatan Tubuh | Wajib Tahu

Air putih merupakan kebutuhan utama bagi tubuh manusia. Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air, sehingga kecukupan cairan sangat penting untuk menjaga fungsi organ, metabolisme, serta kesehatan secara menyeluruh. Banyak orang masih menganggap remeh kebiasaan minum air putih, padahal kekurangan cairan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan mulai dari dehidrasi ringan hingga masalah serius pada ginjal dan organ tubuh lainnya. Konsumsi air putih yang cukup setiap hari merupakan bagian penting dari pola hidup sehat. Air putih tidak hanya membantu menghilangkan rasa haus, tetapi juga berperan dalam menjaga suhu tubuh, melancarkan peredaran darah, membantu proses pencernaan, mengangkut nutrisi, hingga membuang racun dari dalam tubuh. Di era modern saat ini, banyak masyarakat lebih memilih minuman manis, minuman bersoda, kopi berlebihan, atau minuman kemasan dibandingkan air putih. Padahal, air putih adalah pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh tanpa tambahan gula, pewarna, maupun bahan pengawet. Kebiasaan kurang minum air putih dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, gangguan ginjal, dan masalah kesehatan lainnya. Dokter dan ahli kesehatan menyarankan agar masyarakat membiasakan diri mengonsumsi air putih secara teratur setiap hari. Konsumsi air putih yang cukup juga membantu meningkatkan konsentrasi, menjaga stamina, serta mendukung aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu memahami manfaat air putih serta cara mengonsumsi air putih yang benar sesuai kebutuhan tubuh.

Baca Selengkapnya
Kegiatan Prolanis Klinik Pradhana Tahun 2026: Komitmen Meningkatkan Kualitas Hidup Peserta BPJS Kesehatan Melalui Pemeriksaan Berkala, Edukasi, dan Senam Bersama - Klinik Pratama Pradhana
Berita Klinik17 Jul 2026

Kegiatan Prolanis Klinik Pradhana Tahun 2026: Komitmen Meningkatkan Kualitas Hidup Peserta BPJS Kesehatan Melalui Pemeriksaan Berkala, Edukasi, dan Senam Bersama

Klinik Pradhana kembali menyelenggarakan Kegiatan Prolanis pada 27 Juni 2026 sebagai bentuk komitmen mendukung Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) BPJS Kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan, edukasi, dan senam bersama guna meningkatkan kualitas hidup peserta hipertensi dan diabetes melitus.

Baca Selengkapnya
Diabetes Mellitus: Pengertian, Penyebab, Gejala, Pencegahan, Pengobatan, dan Gaya Hidup Sehat - Klinik Pratama Pradhana
Penyakit dan Pencegahan4 Jul 2026

Diabetes Mellitus: Pengertian, Penyebab, Gejala, Pencegahan, Pengobatan, dan Gaya Hidup Sehat

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami masyarakat di seluruh dunia. Penyakit ini sering disebut sebagai “silent killer” karena dapat berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas, namun mampu menyebabkan berbagai komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Diabetes tidak hanya menyerang orang lanjut usia, tetapi juga dapat dialami oleh usia muda, bahkan anak-anak. Perubahan pola hidup modern seperti konsumsi makanan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, stres, dan pola tidur yang buruk menjadi faktor yang mempercepat peningkatan jumlah penderita diabetes. Di Indonesia sendiri, angka penderita diabetes terus meningkat setiap tahunnya. Banyak orang baru menyadari dirinya menderita diabetes setelah mengalami komplikasi seperti gangguan penglihatan, luka sulit sembuh, penyakit ginjal, hingga penyakit jantung. Oleh karena itu, edukasi mengenai diabetes sangat penting agar masyarakat memahami cara mencegah, mengenali gejala, dan melakukan pengobatan secara tepat. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai diabetes mulai dari pengertian, jenis-jenis diabetes, penyebab, faktor risiko, gejala, diagnosis, komplikasi, pengobatan, pola makan sehat, hingga langkah pencegahan secara menyeluruh.

Baca Selengkapnya
TUBERKULOSIS (TBC): PENGERTIAN, PENYEBAB, CARA PENULARAN, GEJALA, FAKTOR RISIKO, KOMPLIKASI, DIAGNOSIS, PENGOBATAN, PENCEGAHAN - Klinik Pratama Pradhana
Penyakit dan Pencegahan23 Jun 2026

TUBERKULOSIS (TBC): PENGERTIAN, PENYEBAB, CARA PENULARAN, GEJALA, FAKTOR RISIKO, KOMPLIKASI, DIAGNOSIS, PENGOBATAN, PENCEGAHAN

Tuberkulosis atau yang lebih dikenal dengan singkatan TBC merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang paling sering menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti tulang, otak, ginjal, kelenjar getah bening, hingga usus. Meski dunia kedokteran sudah mengalami banyak perkembangan, TBC tetap menjadi penyakit yang berbahaya karena penularannya sangat mudah melalui udara. Seseorang dapat tertular hanya dengan menghirup percikan dahak atau droplet dari penderita TBC aktif ketika batuk, bersin, berbicara, atau meludah. Di Indonesia, kasus TBC masih tergolong tinggi. Banyak faktor yang menyebabkan penyakit ini sulit diberantas, mulai dari kurangnya kesadaran masyarakat, keterlambatan diagnosis, lingkungan yang padat, daya tahan tubuh yang lemah, hingga ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Padahal, TBC sebenarnya dapat disembuhkan apabila didiagnosis lebih awal dan pasien menjalani pengobatan secara teratur sampai selesai. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menghentikan obat sebelum waktunya karena merasa sudah sehat. Hal ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap obat. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai TBC, mulai dari pengertian, penyebab, cara penularan, gejala, faktor risiko, komplikasi, diagnosis, pengobatan, pencegahan, hingga edukasi penting bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya
Maskot Klinik Pratama Pradhana