Informasi Kesehatan

Berita terbaru dan tips kesehatan dari para pakar medis kami.

Diabetes Mellitus: Pengertian, Penyebab, Gejala, Pencegahan, Pengobatan, dan Gaya Hidup Sehat - Klinik Pratama Pradhana
Penyakit dan Pencegahan4 Jul 2026

Diabetes Mellitus: Pengertian, Penyebab, Gejala, Pencegahan, Pengobatan, dan Gaya Hidup Sehat

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami masyarakat di seluruh dunia. Penyakit ini sering disebut sebagai “silent killer” karena dapat berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas, namun mampu menyebabkan berbagai komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Diabetes tidak hanya menyerang orang lanjut usia, tetapi juga dapat dialami oleh usia muda, bahkan anak-anak. Perubahan pola hidup modern seperti konsumsi makanan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, stres, dan pola tidur yang buruk menjadi faktor yang mempercepat peningkatan jumlah penderita diabetes. Di Indonesia sendiri, angka penderita diabetes terus meningkat setiap tahunnya. Banyak orang baru menyadari dirinya menderita diabetes setelah mengalami komplikasi seperti gangguan penglihatan, luka sulit sembuh, penyakit ginjal, hingga penyakit jantung. Oleh karena itu, edukasi mengenai diabetes sangat penting agar masyarakat memahami cara mencegah, mengenali gejala, dan melakukan pengobatan secara tepat. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai diabetes mulai dari pengertian, jenis-jenis diabetes, penyebab, faktor risiko, gejala, diagnosis, komplikasi, pengobatan, pola makan sehat, hingga langkah pencegahan secara menyeluruh.

Baca Selengkapnya
TUBERKULOSIS (TBC): PENGERTIAN, PENYEBAB, CARA PENULARAN, GEJALA, FAKTOR RISIKO, KOMPLIKASI, DIAGNOSIS, PENGOBATAN, PENCEGAHAN - Klinik Pratama Pradhana
Penyakit dan Pencegahan23 Jun 2026

TUBERKULOSIS (TBC): PENGERTIAN, PENYEBAB, CARA PENULARAN, GEJALA, FAKTOR RISIKO, KOMPLIKASI, DIAGNOSIS, PENGOBATAN, PENCEGAHAN

Tuberkulosis atau yang lebih dikenal dengan singkatan TBC merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang paling sering menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti tulang, otak, ginjal, kelenjar getah bening, hingga usus. Meski dunia kedokteran sudah mengalami banyak perkembangan, TBC tetap menjadi penyakit yang berbahaya karena penularannya sangat mudah melalui udara. Seseorang dapat tertular hanya dengan menghirup percikan dahak atau droplet dari penderita TBC aktif ketika batuk, bersin, berbicara, atau meludah. Di Indonesia, kasus TBC masih tergolong tinggi. Banyak faktor yang menyebabkan penyakit ini sulit diberantas, mulai dari kurangnya kesadaran masyarakat, keterlambatan diagnosis, lingkungan yang padat, daya tahan tubuh yang lemah, hingga ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Padahal, TBC sebenarnya dapat disembuhkan apabila didiagnosis lebih awal dan pasien menjalani pengobatan secara teratur sampai selesai. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menghentikan obat sebelum waktunya karena merasa sudah sehat. Hal ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap obat. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai TBC, mulai dari pengertian, penyebab, cara penularan, gejala, faktor risiko, komplikasi, diagnosis, pengobatan, pencegahan, hingga edukasi penting bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya
Benarkah Kebanyakan Makan Daging Bisa Menyebabkan Stroke? Ini Penjelasan Medis yang Perlu Anda Ketahui - Klinik Pratama Pradhana
Penyakit dan Pencegahan16 Jun 2026

Benarkah Kebanyakan Makan Daging Bisa Menyebabkan Stroke? Ini Penjelasan Medis yang Perlu Anda Ketahui

Masyarakat Indonesia memiliki budaya yang cukup dekat dengan konsumsi daging. Daging sapi, kambing, ayam, maupun berbagai olahan daging sering menjadi bagian dari menu sehari-hari maupun hidangan pada acara tertentu. Saat momen Idul Adha, pesta keluarga, perayaan, atau acara makan bersama, konsumsi daging bahkan dapat meningkat secara signifikan. Di tengah tingginya konsumsi daging tersebut, muncul berbagai pertanyaan dari masyarakat. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, "Apakah kebanyakan makan daging bisa menyebabkan stroke?" Pertanyaan ini sebenarnya sangat wajar. Stroke merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti karena dapat menyebabkan kecacatan permanen, penurunan kualitas hidup, hingga kematian. Banyak orang kemudian mencoba menghubungkan berbagai jenis makanan dengan risiko stroke, termasuk daging. Lalu, apakah benar makan daging dapat menyebabkan stroke? Apakah semua jenis daging berbahaya? Apakah seseorang yang sering mengonsumsi daging pasti akan terkena stroke? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penting bagi kita memahami hubungan antara pola makan, kesehatan pembuluh darah, kolesterol, tekanan darah, dan risiko stroke secara menyeluruh.

Baca Selengkapnya
Asam Urat: Penyakit Sendi Akibat Penumpukan Kristal Urat, Kenali Gejala, Bahaya, dan Pencegahannya - Klinik Pratama Pradhana
Penyakit dan Pencegahan9 Jun 2026

Asam Urat: Penyakit Sendi Akibat Penumpukan Kristal Urat, Kenali Gejala, Bahaya, dan Pencegahannya

Asam urat merupakan salah satu penyakit yang cukup sering dialami oleh masyarakat Indonesia, terutama pada usia dewasa hingga lanjut usia. Penyakit ini sering dikaitkan dengan pola makan yang kurang sehat, konsumsi makanan tinggi purin, kurangnya aktivitas fisik, hingga faktor keturunan. Banyak orang menganggap asam urat sebagai penyakit biasa yang hanya menyebabkan nyeri pada persendian. Padahal, apabila tidak ditangani dengan baik, penyakit asam urat dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius yang memengaruhi kualitas hidup seseorang. Dalam dunia medis, asam urat dikenal dengan istilah gout atau gout arthritis. Penyakit ini terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di dalam sendi sehingga menimbulkan peradangan, nyeri hebat, pembengkakan, hingga rasa panas pada area tertentu. Kondisi ini sering menyerang bagian kaki, terutama jempol kaki, namun juga dapat menyerang lutut, pergelangan kaki, tangan, siku, hingga pergelangan tangan. Penyakit asam urat dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, pria memiliki risiko lebih tinggi mengalami asam urat dibanding wanita, terutama pada usia di atas 30 tahun. Pada wanita, risiko meningkat setelah menopause karena perubahan hormon yang memengaruhi kadar asam urat dalam tubuh. Meskipun sering dianggap sepele, penyakit asam urat sebenarnya dapat dicegah dan dikendalikan dengan pola hidup sehat, pengaturan pola makan, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami apa itu asam urat, penyebabnya, gejalanya, bahaya yang dapat ditimbulkan, serta cara pencegahan dan penanganannya. Artikel ini akan membahas secara luas dan lengkap mengenai penyakit asam urat, mulai dari pengertian, penyebab, faktor risiko, gejala, diagnosis, komplikasi, pengobatan, hingga langkah pencegahannya.

Baca Selengkapnya
Bukan Hipertensi Biasa! Ini Alasan Ibu Hamil Wajib Cari Tempat USG Terdekat untuk Deteksi Preeklamsia - Klinik Pratama Pradhana
Penyakit dan Pencegahan23 May 2026

Bukan Hipertensi Biasa! Ini Alasan Ibu Hamil Wajib Cari Tempat USG Terdekat untuk Deteksi Preeklamsia

Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah tinggi setelah usia kehamilan 20 minggu yang disertai gangguan pada organ tubuh lain, terutama ginjal dan hati. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu dan bayi di seluruh dunia sehingga perlu mendapatkan perhatian serius selama masa kehamilan.

Baca Selengkapnya
Awas Bahaya Kotoran Tikus! Kenali Hantavirus yang Bisa Picu Gangguan Paru-Paru Akut - Klinik Pratama Pradhana
Penyakit dan Pencegahan16 May 2026

Awas Bahaya Kotoran Tikus! Kenali Hantavirus yang Bisa Picu Gangguan Paru-Paru Akut

Hantavirus merupakan salah satu jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Walaupun kasusnya tidak sebanyak penyakit menular lain seperti influenza atau demam berdarah, infeksi hantavirus tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan berat hingga kematian apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Penyakit ini sering dikaitkan dengan lingkungan yang kurang bersih, keberadaan tikus, serta paparan terhadap kotoran hewan pengerat.

Baca Selengkapnya
Maskot Klinik Pratama Pradhana